Lampung Utara - K11.
Wujudkan hunian yang bersih, bebas dari handphone, narkoba, dan pungli serta berintegritas. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabumi Lampung Utara Menggelar Apel Deklarasi Anti Halinar (Handphone, Pungutan Liar dan Narkoba), yang berlangsung di lingkungan Lapas setempat. Kamis (23/4/2026)
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Kotabumi, Tomi Elyus, A.Md.I.P., SH., M.Si bersama jajarannya, serta seluruh warga binaan berlangsung khidmat dan kondusif.
Dalam arahannya, Kepala Lapas Kelas IIA Kotabumi menekankan agar deklarasi ini bukan hanya sekadar seremonial rutin, melainkan janji bersama untuk menjaga marwah institusi pemasyarakatan.
"Kita ingin memastikan Lapas Kotabumi benar-benar bersih dari peredaran gelap narkoba, praktik pungli, serta penggunaan ponsel ilegal. Ini adalah langkah nyata dalam mendukung program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan," ujar Tomi Elyus dihadapan peserta apel.
Hal yang istimewa di Lapas Kelas IIA Kotabumi, kegiatan Deklarasi ini selain dihadiri seluruh pegawai Lapas, juga diikuti oleh 606 orang warga binaan yang berasal dari Blok A, Blok B, hingga Blok C, sekaligus menandatangani nota kesepakatan, hal ini menjadi simbol dukungan kolektif untuk menciptakan suasana hunian yang aman, tertib, dan manusiawi.
Dengan adanya deklarasi ini, diharapkan pengawasan didalam Lapas semakin ketat dan profesional, sehingga proses pembinaan bagi warga binaan dapat berjalan optimal tanpa adanya gangguan dari praktik-praktik ilegal.
Pantauan media ini, selain Apel Deklarasi Anti Halinar, juga dilaksanakan pembagian hadiah oleh Kalapas kepada para pemenang usai melaksanakan Pekan olahraga pegawai dan warga binaan dalam rangka hari bakti pemasyarakatan ke-62 tahun (15/4).
Kemudian dilanjutkan pembagian paket perlengkapan mandi dan mencuci terdiri dari sabun mandi, pasta dan sikat gigi, shampo, serta deterjen, oleh Kalapas kepada seluruh warga binaan. Selanjutnya kegiatan ditutup dengan kegiatan sosial yakni pengecekan kesehatan dan donor darah oleh PMI. (Red)





0 Komentar