Lampung Utara - K11.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara, Hi. Sukatno, SH didampingi Kepala Bidang (Kabid) SMP, Yudi Bachtiar, S.Pd., MM meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMP, hari ini (6/4/2026), yang berlangsung lancar dan kredibel dengan sistem pencegahan kecurangan yang telah diproteksi sejak awal.
Hal ini disampaikan Kabid Yudi mewakili Kepala Dinas Pendidikan saat meninjau hari pertama TKA di SMP Negeri 7 Kotabumi. Bila dalam kunjungannya, guna melihat kesiapan pelaksanaan TKA di sekolah telah berjalan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Penataan teknis, mulai dari ruang kelas hingga mekanisme pelaksanaan, dinilai telah disusun dengan baik.
"Kesiapan kelas dan penataan teknis sudah sesuai dengan ketentuan. Kita berharap pelaksanaan TKA ini dapat berjalan lancar," terang Kabid Yudi.
Kabid Yudhi juga menjelaskan bila TKA merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan yang sepenuhnya dibiayai oleh dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). "TKA ini gratis, tidak ada pungutan biaya apa pun bagi para siswa," ujarnya.
Ditempat yang sama, Ketua Pelaksana TKA SMP Negeri 7 Kotabumi, Yunika Anggun Fitriyanti, S.Si., mewakili Kepala Sekolah, Septianawati, SE, menerangkan bila ujian ini akan berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 6 hingga 9 April 2026.
"Pelaksanaan dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama pada tanggal 6 sampai 7 April, kemudian gelombang kedua pada 8 hingga 9 April. Setiap harinya dibagi menjadi tiga sesi guna menjaga kondusivitas," terang Yunika.
Adapun jadwal pembagian sesi tersebut yakni, Sesi I : 07.00 – 08.45 WIB. Sesi II : 09.15 – 11.00 WIB, dan Sesi III : 11.30 – 13.15 WIB.
Pantauan dilokasi TKA, nampak antusiasme terlihat dari para peserta, salah satunya Dzaky Maulana, merupakan siswa kelas IX yang mengikuti sesi pertama. Ia mengaku senang dengan adanya program ini.
"Terima kasih atas program TKA ini sangat membantu kami mengukur kemampuan diri kami," katanya.
Untuk diketahui, TKA dirancang sebagai sistem 'five in one' yang mampu menghasilkan lima jenis data pendidikan sekaligus, meliputi kemampuan akademik, kemampuan literasi, numerasi, karakter, serta kondisi lingkungan belajar. (Red)



0 Komentar